
Di tengah ketegangan politik antara Amerika Serikat dengan Iran, sebuah pesawat milik Ukraina jatuh tidak lama selepas take-off di Bandara Kota Teheran, Iran beberapa waktu lalu.
Sebanyak 176 orang telah dinyatakan tewas akibat peristiwa kecelakaan pesawat tersebut.
Peristiwa kecelakaan pesawat tersebut terjadi beberapa saat setelah peluncuran roket yang dilakukan oleh Iran ke Pangkalan Amerika Serikat yang berada di Irak.
Adapun peluncuran roket yang diluncurkan oleh Iran ke Pangkalan Amerika Serikat tersebut sebagai bentuk ‘balas dendam’ atas serangan rudal pesawat nirawak milik Amerika Serikat yang menewaskan Jenderal militer Iran Qassem Soleimani.
Muncul dugaan bahwa terjadinya jatuhnya pesawat milik Ukraina tersebut disebabkan terkena roket yang diluncurkan oleh Iran.
Berdasarkan keterangan yang dikutip dari Business Insider beberapa sumber dari Intelejen Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada menyatakan jatuhnya pesawat tersebut akibat ditembak jatuh oleh rudal darat yang dilakukan Iran.
Pihak otoritas Iran telah membantah jatuhnya pesawat tersebut akibat terkena rudal yang diluncurkan oleh pihaknya.
Adapun bukti fisik di lokasi kejadian kecelakaan dapat memberikan bukti apa yang sebenarnya terjadi.
Namun, gambar dari tempat kejadian menunjukkan para petugas setempat memindahkan potongan puing-puing dari pesawat milik Ukraina tersebut yang berpotensi dapat menghilangkan bukti atas peristiwa kecelakaan yang telah terjadi di Iran.
Gambar dan laporan dari lokasi kejadian perkara tepat diluar Kota Teheran yang merupakan Ibu Kota Iran.
Pada gambar tersebut menunjukan setidaknya terdapat satu bulldozer yang sedang bekerja membersihkan potongan puing pesawat Boeing 737-800 tersebut.
Sebelumnya pihak otoritas Iran telah memberikan keterangan resmi bahwa pesawat tersebut jatuh lantaran masalah teknis bukan akibat terkena rudal yang diluncurkan olehnya.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa organisasi penerbangan sipil Iran tidak bersedia menyerahkan informasi kotak hitam kepada pihak Boeing yang memproduksi pesawat tersebut.
The Assiciated melaporkan penyelidikan yang telah berlangsung tersebut semakin ‘kacau’ ketika pihak otoritas Iran mengungkapkan kotak hitam pesawat tersebut telah dinyatakan rusak.
Laporan tersebut juga melaporkan bahwa tidak ada pesan lewat radio yang diterima oleh pilot saat sebelum pesawat tersebut jatuh.
Salah satu anggota Organisasi Penerbangan Sipil Iran Ali Abedzadeh membantah keterlibatan Iran dalam kecelakaan pesawat tersebut.
"Bagaimana sistem antipesawat menembaknya?,” ujarnya seperti dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com dari Business Insider. ***












0 Komentar