
Polisi menangkap dua orang pemuda yang melakukan pembacokan di Jalan M Yusup, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Hasil pemeriksaan sementara, insiden tersebut terjadi karena salah sasaran.
"Mereka melihat korban adalah musuh dari pelaku, tapi ternyata salah sasaran," ujar Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema didampingi Direskrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Suhartiyono serta Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Galih Indragiri, di Mapolrestabes Bandung, Kamis 16 Januari 2020.
Seperti diberitakan sebelumnya, video insiden yang terjadi pada Jumat, 10 Januari 2020 sekitar pukul 15.30 ini sempat viral di media sosial.
Dari rekaman kamera pemantau, terlihat dua pelaku melaju di sebuah jalan dengan menggunakan sepeda motor. Salah seorang pelaku membawa senjata tajam sejenis golok, yang kemudian turun dari sepeda motor dan membacokkan ke arah pengendara sepeda motor lain.
Peristiwa itu terhenti ketika seorang polisi yang kebetulan tengah berada di lokasi melepaskan tembakan peringatan. Kedua pelaku melarikan diri, sedangkan korban mendapatkan perawatan medis atas luka di bagian punggung dan kepala. Beberapa saat kemudian, korban pun melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Cicendo.
Irman menuturkan, setelah kejadian tersebut penelusuran dilakukan tim gabungan dari Satreskrim Polrestabes Bandung dan Polsek Cicendo, dengan dibantu Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Barat. Hasilnya, kedua pelaku ditangkap, masing-masing berinisial MIM (19) dan RP (17). "Mereka ditangkap di sekitar Cicendo," katanya.
Bersamaan dengan penangkapan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor jenis matik yang digunakan pelaku, satu bilah senjata tajam jenis golok, pakaian yang dikenakan saat kejadian, serta rekaman kamera pemantau peristiwa yang dimaksud.
Seusai kejadian tersebut ramai dibicarakan, pelaku sempat melarikan diri ke sejumlah daerah, termasuk ke wilayah Garut. Untuk menyamarkan identitas, mereka pun mengganti bagian badan sepeda motor dengan warna berbeda.
Irman menambahkan, dari keterangan pelaku diketahui bahwa mereka berdua tengah memiliki masalah dengan sekelompok orang. Awalnya, mereka berniat mencari kelompok musuh tersebut. Namun dalam perjalanan, mereka bertemu dengan korban hingga kemudian pembacokan itu terjadi.
Disinggung mengenai keterkaitan dengan kelompok berandalan bermotor, Irman mengatakan, hal itu tengah dalam pemeriksaan lebih lanjut. "(Keterlibatan dalam kelompok berandal bermotor) Ini masih kita dalami," ujarnya.
Namun dari penelusuran, diketahui bahwa seorang pelaku berinisial MIM merupakan residivis atas kasus pencurian dengan kekerasan.
Sementara itu, MIM mengaku, saat kejadian mereka berdua tengah dalam pengaruh alkohol. Dia mengatakan bahwa saat itu mereka memang berniat mencari orang yang dianggap sebagai musuh. Belum dijelaskan secara rinci apa masalah yang menjadi akar persoalan. Adapun korban yang dibacok diakui merupakan korban salah sasaran. "Memang lagi ada masalah sama yang lain," katanya.***












0 Komentar