Angka kematian akibat virus corona terus bertambah. Otoritas kesehatan China mengungkap,  jumlah kematian mencapai rekor pada Sabtu (8/2) kemarin yang mencapai 89. Sementara jumlah korban tewas pada Jumat (7/2) di angka 83 orang.

Secara global, jumlah korban yang meninggal akibat Corona berjumlah 813 orang. Angka  itu dikatakan melampaui  jumlah korban tewas ketika wabah Sars melanda pada 2002-2003 lalu.


Komisi Kesehatan China (NHC) melaporanm kasus paparan baru di China pada hari Sabtu berada di angka 2.656. Jumlah itu turun dari sehari sebelumnya di mana paparan baru mencapai 3.385 kasus. Sementara akumulasi kasus mencapai 37.198.

Sebagian besar kematian baru terjadi di provinsi Hubei yang merupakan pusat dari epidemi. Ada 81 orang yang meninggal dan 2.147 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Total kematian di Hubei sejak virus merebak adalah 780 orang. Sementra kasus yang terkonfirmasi mencapai 27.100 hingga Sabtu.

Di antara kasus-kasus baru yang diumumkan pada Minggu (9/2) itu, sebagain besar terjadi di ibu kita provinsi Hubei, yakni Wuhan.

Untuk mencegah  penyakit ini terus menyebar di seluruh dunia, beberapa jalur pelayaran utama mengikuti jejak maskapai penerbangan dengan menangguhkan rute-rute tertentu ke dan dari Cina.

Kapal pesiar dari Karibia dan Norwegia pada Jumat lalu mengunmumkan bahwa mereka akan menolak para pelancong dengan paspor dadi China, Hong Kong dan Makau.

Empat penumpang kapal Anthem of the Seas milik Karibia dikirim ke rumah sakit New Jersey pada Jumat pagi. Hal itu  dilakukan skrinning terhadap pelancong karena dicurigai membawa virus corona.

Sementara kapal pesia Diamond Princess yang berlabuh di Yokohama terus duawasi secara ketat oleh Kementerian Kesehatan Jepang dan pihak terkait. Itu karena ada 64 penumpang di dalam kapal itu yang telah terinfeksi virus Corona.


Jumlah yang dikonfirmasi kasus virus di Jepang mencapai 90 pada hari Sabtu. Itu merupakan jumlah terbesar dari negara mana pun di luar China.(*)