Seorang Mahasiswi asal Tritih Kulon Kecamatan Cilacap Utara, Cilacap Jawa Tengah berinisial  AS (19) masuk ke ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. Margono Soekarjo (RSMS) Purwokerto di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, sebagai pasien suspect virus corona.

AS menderita gejala demam tinggi batuk dan pilek setelah pulang dari Tiongkok. AS jatuh sakit, dia mengalami demam tinggi disertai batuk dan pilek. Orang tuanya berinisitif   membawa anaknya berobat ke rumah sakit rujukan virus corona, RSMS.

"Dengan melihat riwayat perjalanan pasien dan gejala pasien, tim dokter menerapkan standar penanganan sebagai pasien suspect virus corona. Sesuai prosedur penanganan AS langsung kami tempatkan di ruang isolasi," kata Direktur RSMS Purwokerto Tri Kuncoro, didampingi juru bicara RSMS dr. Veronica Dwi Winahyu, Selasa 4 Februari 2020.


Tim medis juga sudah mengambil specimen, sampel cairan di tenggorokan pemeriksaan laboratorium Balitbangkes Kementerian Kesehatan.

"Sampel hari itu juga kami kirim Balitbangkes Kemenkes, kami masih menunggu hasil," terangnya.

Selama menunggu hasil uji laboratorium, pasien dengan suspect virus corona tetap ditempatkan dalam ruang isolasi RSMS Margono.

Sementara LS (29) tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok, pasien suspect virus corona sudah dipulangkan hari ini Selasa. Hasil pemeriksaan Balitbangkes  menunjukkan negatif virus corona.

"Hari ini dia sudah pulang setelah menempati ruang isolasi selama sepekan. Sehingga hanya satu orang yang kini masih bertahan di ruang isolasi," jelas Veronika.

Tanpa Fasilitas Negara

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dr Pramesti Griana Dewi mengtakan, pihak dinas masih terus berkoordinasi dengan RSMS Purwokerto, terkait dengan hasil observasi terhadap mahasiswi tersebut.


Selain itu, tim Penyelidikan Epidemiologi dari Dinas Kesehatan Cilacap juga akan melakukan pemantauan terhadap orang tua AS, karena juga sebelumnya berhubungan dengan anaknya yang dicurigai terinfeksi corona.

AS salah satu mahasiswi di salah satu kota di Tiongkok, kedatangnnya dan kepulangannya  di tanah air tanpa sepengetahuan pemerintah. Mahasiswi seperti AS yang pulang dari Tiongkok tanpa sepengetahuan pemerintah setempat, perlu diwaspadi sebab dikhawatirkan kepulangannya ke Indonesia tanpa skrening kesehatan. Oleh kerena Dinkes tetap melakukan pemantauan kepada keluarga, orang tua AS .

"Dia pulang tanpa menggunakan fasilitas negera, biaya sendiri. AS terbang dari Tiongkok dengan menggunakan pesawat dan mendarat di Batam. Kami saja baru mengetahui keberadaan AS dari RS Margono, sampai saat inipun kami belum mengetahui dikota mana dia tinggal selama di Tiongkok, kami belum terkonfirmasi dari pihak keluarga," katanya.

Pramesti menambahkan, saat ini Dinkes melakukan pemantauan dan observasi kepada tiga orang mahasiswa maupun warga Cilacap yang baru pulang dari Tiongkok. Selain itu juga masih terus melakukan pemantauan terhadap 27 tenaga Kerja Asing (TKA) yang juga baru pulang dari Tiongkok beberapa saat lalu. Pemantauan akan dilakukan selama 14 hari.

Sementara itu Wakil Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman mengatakan jika pemkab bersama dengan instansi terkait sudah melakukan rapat korodinasi sebagai langkah preventif penanganan virus corona di Cilacap. 

“Kita sudah melakukan tindakan preventif dengan menyiapkan ruang isolasi di RSUD Cilacap, harapannya tidak digunakan karena tidaka da yang dicurigai terinfeksi virus tersebut, dan Kita terus melakukan pemantauan terhadap TKA dan WNA yang baru pulang dari China,” katanya.

Diakui, Cilacap menjadi salah satu wilayah yang rentan, karena Cilacap banyak TKA dari Tiongkok. Terutama di wilayah Kecamatan Cilacap Utara dan juga Kesugihan, dimana banyak terdapat rumah yang dijadikan tempat tinggal oleh TKA asal China yang bekerja di PLTU Karangkandri.

Meskipun demikian, masyarakat tidak perlu panik berlebihan. Serta terus menjaga kesehatan dengan terus berperilaku hidup bersih dan sehat.***