Insiden Tersebut Terjadi Kala Wanita Bernama Sharonia Paruntu Tersebut Hendak Merayakan Ulang Tahunnya Di Hotel W Sentosa, Singapura, Pada 10 November 2019 Lalu.
Hari ulang tahun seharusnya menjadi hari yang berbahagia dan istimewa. Namun apa jadinya bila hari ulang tahun malah diisi dengan penahanan polisi?
Pengalaman pahit ini dialami oleh wanita asal Indonesia yang bernama Sharonia Paruntu. Ayah Sharonia, yakni Stanley Paruntu, lantas membagikan kisah putrinya ke Facebook.
Awalnya, Sharonia hendak merayakan ulang tahunnya di Hotel W Sentosa, Singapura, pada 10 November 2019. Namun, Sharonia dan ketiga temannya justru digerebek polisi lantaran dikira sedang melakukan pesta narkoba.
"Tiba-tiba saja pukul 09.30, sembilan polisi dan dua karyawan hotel masuk ke kamar saya," terang Sharonia. "Mereka memborgol saya dan teman-teman keluar dari kamar. Sungguh memalukan karena banyak tamu hotel yang melihat."
Usut punya usut, para polisi datang mengamankan Sharonia lantaran dihubungi oleh pihak hotel. Pasalnya, karyawan hotel melihat bubuk putih yang dikira adalah narkoba di kamar Sharonia. Padahal, bubuk putih yang dimaksud adalah bedak ketiak alias deodoran.
Sharonia sudah mencoba menjelaskan kepada polisi bahwa bubuk putih tersebut hanyalah bedak. Namun, pihak kepolisian tetap memborgol wanita Indonesia tersebut dan menggiringnya untuk diinterogasi di kantor.
Menurut Sharonia, dirinya dimasukkan ke dalam sel dan tidur di lantai seperti hewan. Ia juga mengaku hanya mendapat makanan sekali. "Anjing saya saja punya tempat tidur lebih layak dan diberi makan tiga kali sehari," ungkap Sharonia.
Sharonia baru dilepaskan oleh polisi Singapura pada 11 November pukul 01.43 waktu setempat usai hasil uji laboratorium membuktikan bahwa bubuk putih itu bukan narkoba. Hasil tes urine Sharonia dan teman-temannya juga menunjukkan bahwa mereka negatif narkoba.
Ibunda Sharonia lantas melayangkan protes kepada pihak hotel karena perlakuan mereka membuat putrinya ditahan selama 14 jam. Manajemen hotel sendiri langsung mengajukan permohonan maaf mereka.














0 Komentar