Menjabat sebagai Bupati Sarolangun selama dua periode, Drs H Cek Endra sudah banyak membawa perubahan untuk masyarakat. Baik dari segi infrastrukrur, agama, kesehatan, pendidikan, sosial, kemiskinan, pertanian, perkebunan dan yang paling pokok perekonomian kerakyatan.

Ini yang terus ditekankan bupati dua periode ini, dalam kepemimpinannya. Hasil kebun dan pertanian yang melimpah tidak akan membangkitkan ekonomi jika tidak ada pasar. Belum lagi hasil dari home industri yang telah memenuhi standar pasar masyarakat Kabupaten Sarolangun.

“Jadi saya sudah berpikir panjang selama dua periode ini. Apa yang harus saya lakukan untuk menekan perekonomian masyarakat agar terus meningkat. Yaitu Pasar,” ungkap Cek Endra.

Iya, pasar Singkut, sambungnya, tetapi pasar Singkut merupakan pasar tua. Bekas masyarakat eks transmigrasi melakukan jual beli disana. “Singkut merupakan Kecamatan Kabupaten Sarolangun yang langsung berbatasan dengan Muratara, Sumatera Selatan. Jadi kita tarik masyarakat Muratara untuk membelanjakan uangnya di Kabupaten Sarolangun, Singkut,” kata Cek Endra.

“Pasar Modern Singkut adalah jawabannya. Bangunan itu, kini telah selesai kita bangun, namun belum saya resmikan. Dari belusukan saya, dan laporan staff, sudah ramai jual beli di pasar modren ini,” ungkap Cek Endra. “Semoga dengan berdirinya pasar modern Singkut akan menumbuh kembangkan perkonomian masyarakat Kabupaten Sarolangun, Semoga saja,” harap Cek Endra.

Untuk diketahui, meski belum diresmikan oleh Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Pasar Modern Singkut mulai dipadati para Pedagang Kaki Lima (PKL). Jumlah pedagang membludak hingga memenuhi seluruh area pasar.

Ketua Pengelola Pasar Modern Singkut, Akmal mengatakan, dari 391 PKL yang awalnya direncanakan akan menempati pasar, jumlahnya mengalami pertambahan hingga mencapai 430 PKL.

“Jumlah ini tentu belum bisa kita tampung semua saat ini. Namun upaya kita bagaimana agar para pedagang tidak jualan diluar area yang ditetapkan. Kita akan carikan tempat lagi nantinya,” ujarnya, Minggu (19/1).

Menurutnya, pasca dilakukan pembongkaran kios di lokasi Pasar Lama Singkut, aktivitas jual beli di Pasar Modern Singkut tetap berjalan normal.

“Kalau perbedaannya pembeli masih banyak yang bingung dan harus keliling-keliling dulu untuk membeli sesuatu. Karena perubahan tatanan kiso tadinya,” paparnya.

Sementara itu, Camat Singkut RA Fatimah mengaku beroperasinya Pasar Modern Singkut memberikan banyak dampak positif bagi semua pihak. Baik bagi pembeli, pedagang hingga pengguna jalan.

“Alhamdulillah aktivitas jual beli di lokasi pasar yang baru ini berjalan normal. Kita tentu sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sarolangun karena tidak hanya membuat pasar terasa lebih nyaman dan bersih, namun juga membuat aktivitas Lalu Lintas (Lalin) yang biasanya macet akibat menjadi lokasi jual beli menjadi lancar kembali,” akunya.

“Insya Allah dalam waktu dekat Pasar Modern Singkut akan diresmikan langsung oleh bapak Bupati Sarolangun. Kita sudah koordinasi dan masih menunggu jadwal beliau yang tepat,” tuntasnya.